Peringatan Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dan Santunan 101 yatim piatu dan dhuafa

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh..

Alhamdulillah, puji syukur  kepada Allah SWT yang telah memberi ni’mat sehat, ni’mat iman, dan ni’mat rizqi yang barokah.

Sholawat dan salam senantiasa kami haturkan kepada nabi kita Muhammad SAW, sebagai Nabi Pilihan dan Nabi akhir zaman.

Terima kasih kami ucapkan kepada :

  • Para Donatur yayasan yang telah memberikan dukungan dalam bentuk moril maupun material , semoga amal ibadanya diterima oleh Allah SWT dan diberi balasan yang lebih baik.
  • Aparatur setempat RT/RW/Lurah yang telah memberi izin terselenggaranya acara ini
  • Panitia dan pengurus Yayasan Pakem Bumi Indonesia yang telah bekerja dengan giat untuk persiapan, serta pelaksanaan hingga akhir dengan lancar dan amanah.
  • Semua pihak yang tidak kami sebutkan satu persatu.

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini  dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 15 April 2018, yang di hadiri oleh civitas Yayasan Pakem Bumi Indonesia, para Donatur yayasan yang berkesempatan untuk hadir, Aparat RT/RW setempat serta adik-adik yatim binaan yayasan.

Acara dimulai dengan bacaan Basmallah, dilanjutkan Doa Istighotsah memohon pertolongan Allah agar diberi kesehatan yang pari purna, serta diqobulkan segala doa dan harapan dari para donatur, civitas yayasan dan adik-adik  yatim dhuafa. Selanjutnya diisi dengan sambutan-sambutan dari Ketua Panita Oleh Bapak Udin Nurudin, Sambutan Ketua Yayasan Oleh Bpk Wahyu Purwanto, Ketua Pembina Bpk Sriyoto dan dari Penasehat serta Sambutan dari Aparat setempat, dilanjutkan Penyampaian Hikmah Isra’Mi’raj yang disarikan oleh Bapak Ustad  Syamsudin dengan tema memahami ajaran Nabi SAW untuk membentuk  generasi yang jujur, percaya diri dan  berkarakter Islami. Secara umum acara berjalan hidmat dan penuh makna yang bisa di bawa pulang sebagai bahan renungan dari seluruh peserta yang hadir.

Perjalanan Isra’ Rasulullah SAW yang dicatat dalam Kitab Al Qur’an sebagai berikut :

Artinya :

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada satu malam dari Al Masjidil Haram, ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS. Al Isra’:1)

Dan mi’raj Rasulullah SAW :

Artinya:

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.(QS. An-Najm: 13-18)

Peristiwa Isra’Mi’raj ini terjadi setelah rentetan peristiwa yang memilukan yang terjadi pada perjalanan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dalam da’wah menyiarkan Islam kepada umat Nya. Peristiwa tersebut diantaranya wafatnya paman Beliau Abu Thalib yang selama ini melindungi Belau dalam berda’wah, dan peristiwa wafatnya istri Rasulullah SAW yaitu Siti Khadijah yang tanpa lelah mendampingi perjuangan da’wah Rasulullah SAW dalam suka maupun duka.

Peristiwa Perjalanan Isra’ Rasulullah SAW dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dilanjutkan Mi’raj ke sidratul Muntaha, sehingga turunlah perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan sholat 5 waktu bagi umat Islam.

Tujuan peringatan Isra’Mi’raj ini adalah menanam kembali aqidah dan keyakinan akan perintah Sholat agar diajarkan kepada umat Islam sejak dini terutama kepada adik-adik yatim dhuafa.

Perintah Sholat adalah satu-satunya kewajiban bagi umat islam yang perintahnya langsung dari Allah SWT. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya kedudukan ibadah sholat . Terjemah dari An-Nafilah fii Ahaadits Adh-Dhoifah karya Syaikh Abu Ishaq Al Huwainy

Diriwayatkan bahwa Nabi  bersabda :
الصَّلاةُ عِمادُ الدِّينِ ، مَنْ أقَامَها فَقدْ أقَامَ الدِّينَ ، وَمنْ هَدمَها فَقَد هَدَمَ الدِّينَ
“Sholat Adalah Tiang Agama, barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barangsiapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya”.

Harapan penulis dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW menanamkan kedisiplinan dalam menunaikan sholat lima waktu kepada generasi kita terutama adik-adik yatim dan dhuafa serta seluruh civitas yayasan.

Acara juga di meriahkan dengan penampilan panggung dari adik-adik yatim dan dhuafa yang bisa mencairkan suasana.

Alhamdulillah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *