Halal Bi Halal dan Santunan Yatim Dhuafa Peduli Pendidikan “Back to School”

Hari Ahad tanggal 15 Juli 2018, Alhamdulillah akhirnya terlaksana juga kegiatan santunan yatim piatu dan dhuafa Peduli Pendidikan “Back to School” yang telah di agendakan sebelumnya dalam kegiatan Yayasan, dan sempat tertunda satu pekan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan kepedulian masyarakat kepada adik-adik yatim yang akan kembali bersekolah, dengan memberikan paket santunan perlengkapan sekolah dan uang tunai yang merupakan donasi dari para donatur setia Yayasan Pakem Bumi Indonesia.

Acara dibuka dengan Performance dari adik-adik binaan Paud Insan Mulia binaan Yayasan Pakem Bumi Indonesia, dilanjutkan dengan Asmaul Husna yang menjadi materi pembeda di Paud Insan Mulia yaitu pengenalan dan hafalan Asmaul Husna sebagai muatan lokal, dengan harapan mengenalkan sejak dini adik-adik peserta didik terhadap nama-nama baik Allah SWT

Acara dilanjutkan dengan membaca basmalah sebagai pembuka acara, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, dilanjutkan Sambutan Ketua Yayasan Pakem Bumi Indonesia Bapak Wahyu Purwanto. Acara inti pemaparan makna halal bi halal dalam implementasinya oleh Ustad Abdul Hadis. Beliau berhasil memaparkan makna halal bi halal, dikaitkan dengan makna silaturahim dan pentingnya pendidikan dalam suasana yang nyaman dan gembira sehingga mudah diterima oleh adik-adik yatim yang hadir.

Sebagaimana dipaparkan bahwa Kunci kesuksesan sebuah generasi adalah dinilai dari Pendidikannya. Pendidikan dapat merubah suatu generasi yang tertinggal menjadi generasi yang maju. Pesan beliau bahwa mending kita menangis sekarang karena menghadapi berbagai tantangan dalam belajar, dari pada menangis di waktu dewasa karena menjadi budak zaman karena tidak berilmu pengetahuan.

Selain pendidikan adalah memperbanyak silaturahmi, dengan silaturahmi akan memperpanjang umur sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut :

 

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan rahimnya.” (Muttafaqun ‘alaih dari Anas radhiyallahu ‘anhu)

Diingatkan juga bahwa generasi sekarang harus lebih pandai dalam menghadapi kemajuan jaman yang sudah mengglobal. Ada empat “F” tantangan untuk generasi sekarang yaitu :

  • Fashion artinya pakaian, cara berpakaian yang tidak sesuai syari’at kadang lebih mudah ditiru oleh remaja pengikut model, dengan alibi ingin tampak modern mengorbankan cara berpakaian yang sesuai syari’at.
  • Food artinya makanan, dimana banyak serbuan makanan yang begitu digemari oleh generasi muda yang hanya mengedepankan rasa dan trend kekinian, sehingga mengabaikan manfaat kandungan nutrisi dari makanan tersebut membuat generasi yang kurang nutrisi yang dibutuhkan oleh tumbuh kembang jasmaninya.
  • Fungky adalah gaya anak muda yang ingin terlihat modern dan kekinian, sehingga dengan alasan tersebut kadang anak muda cenderung ikut-ikutan daripada mempertahankan karakter pribadi bangsa Indonesia yang santun dan berbudi.
  • Film, begitu mudahnya anak-anak muda dari kecil sampai dewasa memilih film yang bisa ditonton dari genggaman tangan “smart phone”, tanpa pengawasan orang tua maka anak cenderung memilih menonton film yang mengedepankan kekerasan, sehingga mempengaruhi perilaku anak dalam  tumbuh kembangnya.

Selanjutnya sambutan dari penasehat Bapak Maskun S.H. yang memberikan pesan betapa besar manfaat pendidikan,  dengan mengambil gambaran sejarah  Kaesar Hirohito pemimpin Negara Jepang yang berpengaruh terhadap kebangkitan Negara tersebut paska kekalahan dengan sekutu. Ketika  kota Hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh sekutu tahun 1945 di saat yang sama Indonesia Merdeka, dimana setelah menelan pil pahit kekalahan dari sekutu hal yang dilakukan oleh kaisar  adalah memanggil seluruh jendral yang ada dan menanyakan “Berapa banyak guru yang tersisa?” sebagai gambaran betapa kaisar begitu menghargai peran guru dan betapa besar manfaat dan jasa seorang guru sebagai pendidik yang bisa merubah suatu generasi yang lemah menjadi generai yang kuat. Dan memang terbukti setelah 50  tahun kemudian Jepang mampu bangkit bahkan lebih maju dari Indonesia, padahal Negara kita. Dari kisah ini menggambarkan betapa besar jasa-jasa guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Acara slanjutnya diisi dengan hiburan oleh tim Hadroh dan performance dari adik-adik binaan Yayasan Pakem Bumi Indonesia, selanjutnya ditutup dengan acara santunan kepada Yatim dhuafa yang telah dengan semangat menunggu dari pagi hingga acara selesai.

Terima kasih Alhamdulillah kami ucapkan kepada para Donatur yang telah hadir, juga yang tidak hadir dan tetap memberikan perhatian dalam bentuk santunan paket peralatan sekolah, Terima kasih kepada Pengurus dan seluruh relawan yayasan yang telah berusaha semaksimal mungkin secara amanah mengelola dan  menyalurkan donasi dari bapak ibu semua.

Semoga tidak bosan berbuat baik, karena perbuatan baik itu akan kembali kepada dirinya sendiri sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 7 yang bunyinya;

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ

”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri..

Alhamdulillahirobbil’alamiin.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *